Follow by Email

Wednesday, 20 August 2014

pengorban ortu

Alhamdulillah setelah mencoba untuk masul ke Perguruan Tinggi Negeri dua kali gagal akhirnya percobaan untuk ketiga kalinya berhasil masuk dengan biaya Uang Kuliah Tunggal(UKT) sebesar Rp 1.160.000,-. Mungkin bagi saya dan bagi orang yang berduit menganggap itu tidak terlalu mahal dan bahkan itu murah serta saya yakin orang tua saya punya dan mampu untuk membayarnya. Dan benar saja saat saya bilang kepada orang tua bahwa saya berhasil diterima di PTAIN dengan biaya yang harus dibayar sebesar sekian, mereka menyanggupinya. Namun ternyata itu adalah uang orang lain, bukan uang dari orang tua saya. Saat tahu itu bahwa ibu saya akan mencarikan uang, saya hanya bisa terdiam. Jika saya bilang “tidak usahlah meminjam, mungkin jikalau fakultas yang terpilih saya lepaskan tak masalah” saya yakin akan membuat mereka sakit hati dan tidak setuju dengan pernyataan saya. Saya baru tahu itu, untuk fasilitas di rumah seperti kendaraan dll, memang dari hasil jerih payah mereka sendiri. Namun mengapa harus kepada orang lain, bukan meminjam kepada anaknya sendiri (kakak), seringkali saya disuruh untuk menabung di bank dan saya tahu jumlahanya saat ini. Mungkin jikalau dipinjam senilai tersebut kecil. Ya… mungkin orang tua tidak ingin membebani.
Saya berterima kash kepada Allah karena telah mengabulkan do’a saya namun juga ku bersedih dan meminta pertolongan serta meminta agar  saya diberi kesempatan untuk bisa meringankan beban dan sedikit bisa membayar semua jasa pengorbanan orang tua saya yang berusaha agar saya bisa mendapatkan yang terbaik.  Saya tahu persis sikap orang tua saya, jika saya meminta uang untuk keperluan belajar saya pasti menyanggupinya walaupun dengan dana yang cukup besar. Hingga teman-teman mengenal bahwa saya itu orang kaya, selalu mempunyai uang, selalu bisa membeli apa yang saya mau. Itu benar, apa yang saya mau pasti bisa terwujud. Namun status saya sebagai orang kaya itu kebohongan belaka. Tiap kali saya dan teman-teman bercanda tentang materi dan akhirnya mereka bicara terang-terangan menyebutkan bahwa saya itu uangnya banyak, jujur saja, saya berat hati menerima ungkapan tersebut, hanya dalam hati saya berkata “Amiin” dan mulut berkata “gak juga”.
Untuk mendapatkan sesuatu yang saya ingikan terutama yang diluar dari fasilitas untuk belajar bukan berarti saya bilang “ Ma, saya belikan motor,  belikan computer” langsung esok hari dibelikan, hrus menunggu berbulan-bulan dan bahkan bertahun-tahun untuk bisa mendapatkannya.
Baiklah saya terus terang saja, untuk computer sendiri saya minta pada tahun 2008/2009 sejak masih MTs akhirnya dibelikan di tahun 2011 sejak duduk di kelas 10, orang tua mampu membelikan lantaran saat itu panen raya, sampai-sampai petani yang lainnya mampu membelikan anaknya sepeda motor keluaran terbaru dan dibayar cash. Alhamdulillah petani tembakau saaat itu makmur termasuk orang tua saya. Untuk motor, orang tua saya yang menginginkan itu.

Teman-teman dalam menilai kepribadian saya, mereka secara terang-terangan mengungkapkan bahwa saya tegas, berani, tenang, sabar, tidak punya masalah dll, pokoknya hidup enak, menyenangkan. Berarti sempurna.  Itu penilaian orang lain terhadap saya yang sebenarnya ungkapan mereka banyak kesalahan dan menyimpang 108o. Tegas, sebenarnya saya maasih berusaha belajar menjadi orang seperti itu. anggota keluarga sendiri menilai bahwa saya lembek, kalau bicara tidak jelas. Berani, saya mencoba untuk menjadi orang yang berani dan mandiri, tidak menggantungkan orang lain, anggota keluarga saja bilang bahwa saya “ora waninan”. Tenang, saya berusaha belajar menjadi orang seperti itu, kakak bilang bahwa saya itu “sok”, songajarin, sok tahu atau apalah. Sabar, sulit bagi saya untuk menjadi orang seperti itu, sering sekali di rumah membuat keponakan nangis, kadang dimarahi sama bapak karena emosi saya memuncak. Tidak punya masalah, mungkin jikalau dilihat dari wajah memang tak tampak ada masalah. Namun sebenarnya masalah itu pasti ada walaupun cuma masalah kecil saja, itu namanya juga masalah. Hidup enak, yang namanya hidup enak itu relative, saya bisa mendapatkan sesuatu yang diinginkan menurut mereka enaknya jadi dia, namun jikalau tahu bagaimana proses dari semuanya, membuat sedih juga. Orang tua bekerja keras, sedangkan anak cuma bisa menikmati saja, belum pernah merasakan menjadi orang tua seperti mereka. 

Wednesday, 16 July 2014

2 choice

Sudah 2 kali gagal masuk perguruan tinggi negeri. .....1) SNMPTN tidak lolos  .....2) lanjut SBMPTN tidaklolos lagi. Dan rencana ingin masuk ke PTS saja. Namun setelah sekian lama memikirkan kemana tujuan saya untuk memilih PTS? Dan sudah saya tentukan tempat dan jurusan yang akan saya ambil. Setelah pengumuman SBMPTN pada tanggal 16 Juli 2014 pukul 17.00 WIB. kemarin dan dinyatakan tidak lulus, akhirnya berunding dengan ortu bagaimana setelah ini. Dan jika saya ke PTS, ortu tidak kebaratan, boleh-boleh saja. Namun saat membicarakan jurusan yang saya ambil, ibu sedikit kebaratan karena jurusan yang saya pilih adalah non pendidikan, sedangksn ibu menginginkan saya masuk ke kependidikan tapi terserah kependidikan apa, yang penting ibu menginginkan suatu saat nanti saya menjadi guru, karena menurut ibu kerjanya lebih ringan dan pulangpun terjadwal.

It is no problem to me, tapi yang menjadi masalah adalah di PTS yang saya pilih tidak ada jurusan yang saya inginkan tapi ada yang ibu inginkan. dan di PTS yang saya pilih ada jurusan yang saya inginkan namun ibu tidak menginginkan.

ya..... ada dua pilihan  1) cari PTS lagi, 2) tetap pada PTS pertama namun jurusan tidak dikehendaki....

Monday, 31 March 2014

X-POST 12

Nama  : Afifatun Ni'mah
Asal     : Gunung Pati
TTS     :Ponpes Al-Anwar Mranggen


Dia kecil tapi cerdas, banyak tingkah, ada aja yang ia lakukan, entah itu ngejailin kawannya atau apalah. Dia juga aktif, lucu juga


Nama   : Aida Mufarokhah
Asal      : Grobogan
TTS      :

Ngomongnya asal jeplak, tanpa sensor


Nama   : Apriyanti Margina
Asal      : Pemalang
TTS      :

Lucu, senang bercanda, seting tidur di kelas, anggota OR2KER.



Nama   : Dania Istifada
Asal     : Gunung Pati
TTS     : Ponpes Al-Badriyah Mranggen

Dia baik, perhatian, ramah sama orang lain dan sempat terpikirkan andaikan dia menjadi kakak q atau menjadi penasehatku mungkin seneng banget. Usia lebih muda dariku, tapi dia lebih dewasa dariku.


Nama   : Durotul Farida
Asal      :
TTS      : Ponpes Al-Badriyah Mranggen

Lucu dia jika bicara, selalu tersenyum tak pernah menampilkan muka murngnya, selalu ceria, manis, ramah juga, sering bercanda.


Nama   : Devi Nur KU
Asal     :
TTS     :

Aktif berorganisasi tapi sering tidak masuk sekolah, entah apa alasannya apa saja. Terkadang dia membuat kecewa temannya tapi hanya sesaat.


Nama    : Dewi Setiya Winanti
Asal       : Blerong
TTS       :

Banyak tingkah, pencetus OR2KER, kreatif, aktif, lucu juga.


Nama   : Ein Arzaqul Isnaini
Asal     :
TTS     : Ponpes Al-Mubaroq Mranggen

Sedikit pendiam, cerdas, baik, sering bercanda.


Nama   : Ema Amalia
Asal      : Kangkung Mranggen
TTS      :

Dia paling gen...* .. dut..* diantara kawan**nya, banyak tingkah, sering bikin yang lain tertawa lepas karena ulahnya.


Nama   : Fitri Murniati
Asal      : Tegal
TTS      : Ponpes Al-Mubarok Mranggen

Bahasa tegalnya kenthel banget, kalau dia bicara pasti membuat tertawa, entah mengapa pdahal dia bicara sewajarnya atau mungkin karena bahasanya..


Nama   : Halijah
Asal      :
TTS      :

Orang Kalimantan lumayan lama tinggal di sekitar madrasah tapi bahasanya masih original.


Nama   : Innani Kharunnisa'
Asal      : Pucanggading Mranggen
TTS      :

Teman dekat termasuknya, baik, enak diajak ngobrol, kalau berangkat sekolah selalu paling awal, care with tree.


Nama   : Khoirul Mustofa
Asal     : Kendal
TTS     : Ponpes Al-Badriyah Mranggen

Lucu, banyak tingkah, tidak nakal seperti teman laki** yang lain.


Nama   : Lutfiyatul Khasanah
Asal      : Kangkung Mranggen
TTS      :

Termasuk anggota OR2KER, enak diajak bicara


Nama   : M. Kamal Lathif
Asal      : Kangkung Mranggen
TTS      :

Banyak tingkah, sedikit nakal, sedikit brutal... Tapi dia memiliki bakat menggambar.


Nama   : Munayya Qonitatun Asna
Asal      :
TTS      : Ponpes Al-Badruyah Mranggen

Banyak tingkah, kocak, terkadang dikit** marah, jarang bicara diriku dengannya, namun sekarang tidak, cerewet juga tapi pintar baca kitab.


Nama   : Nadia Novita Sari
Asal      :
TTS      :

Kalo ngomong asal jeplak, diriku tak suka dengan cara ngomongnya.


Nama   : Niswatun Ni'mah
Asal      :
TTS      : Ponpes Al-Mubarok Mranggen

Seleranya tinggi banget, beli sesuatu harus mahal dan merk terkenal.


Nama   : Nita Khairotun Ni'mah
Asal     : Dempet Grobogan
TTS     : Ponpes Al-Mubarok Mranggen

Orangnya baik juga, berteman dengan siapa saja oke, kalau waktu pelajaran TIK kadang ku duduk sma dia.


Nama   : Novita Ardiastuti
Asal      : Karang Pacing Karangawen
TTS      : Ponpes Al-Mubarok Mranggen

Kaya bule, sempat tidak dikenal jika tidak memakai kerudung, dia baik juga, kocak abisz.


Nama   : Nuryatul Lailia
Asal      : Sumberejo Mranggen
TTS      : Ponpes Al-Murtadlo Mranggen

Orangnya tertutup, pendiam banget.



Nama   : Oktiviana Devita Sari
Asal      : Purwodadi
TTS      : Ponpes Al-Badriyah Mranggen

Seakan dia selalu sendiri di tengah** orang banyak.


Nama   : Putri Nafah Sheila Aulia
Asal      : Kangkung Mranggen
TTS      :

Manis, baik, bicaranya lumayan banyak, perhatian (tp sedikit over). Enak diajak ngobrol, suka bercanda.


Nama   : Richa Nur Hayati
Asal      : Rimbu  Karangawen
TTS      :

Cerewet,,, wis ngunu thok gax ada komentar lain untuk dia


Nama   : Rona Nisrina Qothrun Nada
Asal      :
TTS      :

Dia manis, kalem, hampir tak pernah marah,, sayang semua teman, setia sama sahabat, dia sahabat saya.


Nama   : Siti Eni Kotdriyah
Asal      : Karangawen
TTS      :

Agak sedikit pendiam, kalau bicara atau melakukan sesuatu agak sedikit kasar dan terkadang dia membuat ku kesal. Tapi dia baik, sering membat temannya yang minta diajarkan materi yang sulit.


Nama   : Susi Susanti
Asal     :
TTS     : Ponpes Al-Badriyah Mrangge

Baik, hebat juga karena dia hanya menghandalkan one eye.


Nama   : Titik Nur Hidayah
Asal      : Margohayu Karangawen
TTS      :

Sikapnya selalu berubah, kadang baik, kadang juga nyebelin,,
Bagaimana menurut Anda?


Nama   : Ulinnuha
Asal      : Katong Karangawen
TTS      :

Kocak, selalu usil dengan ku, terkadan membuat naik darah karena ulahnya, baik juga, anggota OR2KER.


Nama   : Umniyatur Rohimah
Asal      :
TTS      : Ponpes Al-Badriyah Mranggen

Baik, tapi jarang komunikasi dengannya.


Nama   : Ummi Salamah
Asal      : Batang Pekalongan
TTS      : Ponpes Al-Mubarok Mranggen

Baik, menurutku agak sedikit cuwek, cerdas juga.


Nama   : Yuyun Fariha
Asal     : Jl. Kauman 01 Mranggen
TTS     :

Baik, cerdas, manis jikalau senyum, h h h h.... Sederhana, tegas, percaya diri, berprestasi, menjadi idola saya di kelas, pemberani.


Nama   : Zairul Karim
Asal      : Karangawen
TTS      : Ponpes Putra Futuhiyyah

Pendiem  ? Gak begitu sich...
Cerewet  ? Gak juga...
baik,,,


Nama   : Zulia Ainun Lutfiana
Asal      : Karangawen
TTS      :

Banyak tingkah, kocak, kadang usil, cerewet, baik, dekat denganku, anggota OR2KER.


Kunjungi juga dengan mengeklik di sini

Wednesday, 26 February 2014

about me and my idol

cerita singkat tentang ME AND MY IDOL
mengapa sya menulis tersebut dan siapakah ME AND MY IDOL SMARTGIRL?
tulisan tersebut hanya untuk idola saya di kelas, sedangkan smartgirl adalah sahabat saya yang menurut pribadi saya sangat hebat, cerdas, manis,,
maka dari itu saya menyebutnya SMARTGIRL


dia bernama lengkap YUYUN FARIHA..
teman satu kelas selama 3 tahun, dari kelas 10 sampai kelas 12 MA FUTUHIYYAH 2 MRANGGEN..



I ALWAYS MISS U

Monday, 24 February 2014

kisahku saja


From: titik nur hidayah
Sent: Friday, February 14, 2014 4:14 PM
    Hi sob...
    Saya Titik NH. atau biasa dipanggil Titik ada pula yang iseng memanggil "Koma" h h h
Saya ingin cerita sedikit tentang perjalanan ku menempuh pendidikan dari TK - MI - MTs - MA.

    Pertama masuk TK tahun 2001 bulannya saya lupa. Dulu pertama daftar ditemani ibu saya dan ditunggu hingga KBM selesai, tapi itu berlangsung hanya beberapa hari saja, tapi ya tetep kalau berangkat pasti diantar , pulang pun dijemput bapak dengan sepeda onthelnya dan terkadang pulang sendiri jalan kaki bersama teman-teman yang lain.

    Saat pulang sering kali bareng dengan teman saya, Jumiati namanya sering dipanggil "Katti". ketika dijemput bapak, pasti 3 in 1. Jikalau Kati dijemput bapaknya saya sekalian diajak bareng 3 in 1 pasti tidak pernah mau, sukanya pulang sendiri jalan kaki dan itu berlangsung sampai kenaikan kelas. Dulu yang pengajar Ibu Mujiyati didampingi Ibu Anis.

    Kenaikan kelas 1 di Madrasah Ibtidaiyyah Nurul Hidayah.

    Pertama masuk MI diantar sama kakak perempuan yang nomor dua. Masa saya dulu ruang kelasnya bisa dibilang tidak layak dihuni. Tempat belajarnya sederhana banget, berlantaikan tanah yang tidak rata, berdinding papan yang tidak penuh alias bolong-bolong, tanpa pintu, atap genteng yang tipis dan banyak yang pecah. Jikalau hujan deras bocor dan terkadang lantai basah ada sedikit genangan air.

    Tempat duduknya menggunakan meja panjang tanpa laci yanh tidak dilapisi cat warna cokelat yang mengkilap dan kursi panjang yang tidak ada tempat sandaran dan dihuni samapi 5 siswa.

    Oh iya... Hampir lupa.... Pertama masuk ta'aruf dulu, sya duduk di bangku sambil menunggu Ibu Rukayah (kalo tidak salah yaa), sudah lama banget.

    Duduk di bangku sambil menunggu Ibu memanggil saya untuk ditanya nama dan nama orang tua. Kakak perempuan saya selalu memanggil saya dan mengingatkan jika nanti ditanya siapa nama bapak jawab "Ahmadi".

    Kakak perempuan menunggu saya hingga pulang. Kalau tidak salah saya hanya ditunggu sampai pulang hanya hari itu saja dan dihari-hari selanjutnya berani sendiri.

    Beberapa tahun kemudian sudah ada perkembangan. Dulu bangku panjang tanpa sandaran. Berubah menjadi kursi dengan sandaran dan meja berlaci. Kemajuan fasilitas sekolah bertahap.

    Masuk kelas 6 di tempatkan di lantai dua. Sudah ada renofasi kelas di sebelah timur, tapi baru separo belum seluruhnya jadi. Baru dinding setengah badan, tanpa pintu, kayaknya tanpa penghalang di depannya, semuanya terbuka. Belum ada lampu dan kipas di atas. Kalau hujan kana percikan air dari luar, apa lagi jikalau disertai angin dari barat, langsung "Wuushh..." kena air. Tidak heran jika terkena, dinding setengah badan. Kegiatan KBM terlihat di luar. Bisa dibilang apes juga, entah apa sebabnya. Sudah dinding setengah badan, malah goyang jika dipegang, tidak kokoh. Akhirnya setelah sekian lama berlalu, ambrollah sudah. Siapa yang nenghancurkan, saya tidak tahu.

    Menjelang UN tiap hari berangkat pagi pukul 06.00 sudah harus sampai dan siap mengikuti KBM untuk pembekalan menjelang UN. Di hari libur juga manfaatkan untuk les menjelang UN.

    Dulu mengerjakannya dengan LJK juga tapi odelnya disilang, bukan di hitankan bulatannya.
Alhamdulillah LULUS..

    Sebelum UN sudah ada keinginan . Jika lulus MI akan melanjudkan ke salah satu MTSS di Sumberejo, tapi tidak diperbolehkan bapak. Katanya lanjud ke MTS terdekat dulu. Akhirnya lanjud ke MTs Nurul Hidayah.

    Ternyata banyak juga yang setia dengan YPI NH. Banyak teman dari sekolah lain yang masuk di situ.

    Nah.. Pengalaman menjadi murid baru di MTs NH. karena kelasnya bisa dikatakan kurang, akhirnya sementara kegiatan KBM di salah satu rumah warga yang cukup untuk menampung murid satu kelas.

    Jujur saya di situ tidak nyaman banget. Bayangkan, tiap pagi sering ada kotoran ayam di meja. Lantainya tanah basah "jorok", belum lagi anak laki-laki yang nakal dan sering jail sama saya. terkadang juga pernah dilempari batu kerikil, es batu juga.

    Kelas 7 saya menjabat jadi apa ya?.. Kayaknya jadi sekretaris atau mungkin keta kelas. Pernah suatu hari saat saya nulis di "blackboard", ada salah satu teman leleki yang gendut, namanya Yudis, dia hitam, dulu sedikit nakal. Saat menulis di "blackboard", si Yudis uti dengan jailnya melempar batu kerikil kearah papan tulis, di situ saya sedang menulis. Itu terjadi beberapa kali dalam sat waktu. Dengan geram karena ulahnya, saya adukan pada guru.

    Pernah disidang 2X. Pertama permasalahan antara saya dengan Muhlas, karena ia melemparkan es batu kearah saya. Entah apa sebabnya, mungkin karena iseng. Kedua, disaat ulang tahn saya, dirayakan dengan mandi tepung dan telur yang dipecahkan di kepala saya. Pulang dengan keadaan basah dan kotor serta bau amis dari telur itu. Hal tersebut bikin repot, herus membersuhkan baju putih yang kotor dan berbau dan membutuhkan waktu berhari-hari ungtuk menghilangkan semua itu. Berulang kali saya rendam dengan detergen dan pewangi tapi masih saja bau amis.

       Beberapa hari kemudian teman yang mempunyai ide tersebut dinasehati sama ibu wali kelas untuk tidak mengulangi.

        Menuju ke kelas 8b
        Ditempatkan dalam 1 ruangan yang dibagi 2 dihuni kelas 8b dan kakak kelas, karena kurang fasilitas tempat KBM. Cerita waktu kelas 8 banyak yang lupa.

        Langsung ke kelas 9 saja.
        Kelas 9 di tempatkan di kelas paling timur yang menghadap ke selatan. suasana di kelas itu menurut saya terpencil dan sedikit gelap. Sedangkan kelas 9 a ada di lantai 2 paling barat. Di masa itulah saudah mulai mengerti arti cinta dan pacar. Tapi saya belum mengerti arti jatuh cinta. Hanya kekaguman terhadap seseorang saja, yaitu Smartboy.

    Dia teman saya tapi tak pernah dekat, apa lagi satu kelas saat MTs. Saya kagum sama dia karena ia smart, orangnya sederhana, jikalau dipandang secara seksama, ia sedikit mirip dengan Irwansyah. h h h h ...

        Seperti biasa menjelang UN pasti ada les di pagi. Jikalau hari libur diisi juga dengan kegiatan les di pagi, terkadang juga di sore serta mengadakan istighosah di malam minggu ba'da maghrib sampai pukul 21.00. Dari pada digunakan apel bersama pasngan dan kurang bermanfaat, lebih baik digunakan untuk beribadah, berkumpul memanjatkan do'a meminta kepada Tuhan agar segala urusan dimudahkan dan Alhamdulillah, dengan do'a dan usaha LULUS UN .

    Bingung lanjud ke mana?
    Sebelum pengumuman kelulusan saat setelah UN, ada tamu dari salah satu sekolah yang menawarkan fasilitas-fasilitas dan kenggulan dari sekolah tersebut agar calon siswa SLTA terpikat. terpengaruh untuk melanjudkan ke Madrasah tersebut. Dan dengan bujukan dan rayuan tersebut akhirnya bisa mengambil hati saya. Akhirnya, informasi dari sekolah saya ceritakan dengan bapak dan ibu. Saya menceritakan panjang lebar namun akhirnya bapak tidak setuju jikalau saya melanjudkan ke situ. Mereka menyuruh saya gara melanjudkan ke MA yang ada di Mranggen.

        Berbeda dengan kakak paling besar yang menyuruh melanjudkanke salah satu MA yang ada di Sumberejo. Sempat kesel jga saat itu, karena menurut saya kugrang adil Semua kakak-kakak saya sekolah di Mranggen sedangkan saya tidak.

        Namun setelah panjang berpikir dan menentukan keputusan, akhirnya lanjud ke MA di Mranggen, MA Futuhiyyah yang di pilih bapak. Lagi-lagi kakak yang nomor dua yang pernah mengantarkan daftar ke MI NH. Ia juga mengantarkan ke MAF 2 untuk daftar masuk ke Madrasah itu dan Alhamdulillah diterima. Bukan saya saja yang daftar ke situ, ada 2 sahabat yang ikut serta, salah satunya smartboy. Sebelumnya ia bertekad untuk ke SMA tersohor di Mranggen karena mungkin persaratanyya tidak sesuai keinginan akhirnya daftar ke MAF2.

        Sebelum pengesahan untuk menjadi siswa MAF2, perlu pembekalan terlebih dahulu. Murid perempuan yang mendominasi dan hanya saya siswi yang memakai celana karena tidak punya rok. Selama di MTs memakai celana dan itu pun hanya saya dan 2 teman saya, selain itu tidak ada.

        Resmi menjadi siswi MAF2
        kelas pertama berada di lantai dua barat paling utara, di bawahnya ada makam. Lantainya pun masih papan atau sering disebut gladhak. Saya masuk di kelas 10a, di situ saya menemukan banyak teman baru di kelas 10a diantaranya:
Abdul Kholiq; Alvan Aqil Azizi; Afiyatun N.; Akmilatul Haq Almaulida; Anna Mufida; Fitriana; Harni Rohmawati; Ifah Mustaqimah; Lailatul Khoiriyyah; Dewi Mardhiyah Nur (Zee); Devi Purnama Sari; Mamluatun Ni'mah; Mahmudatul Khasanah; Nur Faizah; Rona Nisrina Qothrun Nada; Yuyun Fariha (smartgirl n My idol); Nurul Hidayatun Awalianti; Putri Nur Alimah; Siti Eni Kotdriyah; Diah Kusuma Wardani; Miftahussholihah; Muhammad Hidayatullah; Mauhubatul Fajriyyah (fajaramai); Rizka Dewi Silviana Sari (miss imah); Muhammad Zainul Murtadlo; Zairul Karim; Ummi Salamah; Ulinnuha; Lisa Lusita; Atika Noviawati; Farida Budi Utami; Nur Rahma Musdhalifah; Milla Minhatul Maula;
### TO BE CONTINUE ###

Setelah lulus MA, saya melanjutkan ke UIN Walisongo Semarang. Ceritanya sih gak ada keinginan masuk ke situ, inginnya ke luar provinsi seperti Jakarta. Sudah mencoba daftar ke ITB, UGM lewat jalur SNMPTN tapi gagal, SBMPTN, SBMPTAIN juga saya ikuti tapi gagal. Sempat putus asa untuk sudah saja di negeri, dan lanjut ke swasta, namun Kawan memberikan saran untuk mencoba ujian mandiri di UIN Walisongo, mamah mintanya di jurusan yang ntar akhirnya jadi guru, tapi saya tak mau. 
Waktu ujian di kampus, saya lupa berangkat sama siapa dan dengan apa.
Dan akhirnya diterima di jurusan hukum pidana dan politik. Woooow,,, jauh dari sesuai jurusan MA, but it s no prolem.